nafiye11s's blog

Bogor Agricultural University

Wah, di Paris Kini Ada Rental Mobil Listrik

Oktober4

TRIBUNNEWS.COM, PARIS – Paris meluncurkan penyewaan mobil listrik pertama yang ditujukan untuk mengurangi kemacetan di jalan-jalan utama. Penyewaan mobil listrik ini dilakukan menyusul keberhasilan penyewaan sepeda, yang juga banyak dilakukan di kota-kota lain di Eropa.

Dalam masa percobaan selama dua bulan, mobil listrik Bluecar ini dapat disewa selama 30 menit dengan biaya antara empat sampai delapan euros, sekitar Rp 45.000-Rp 95.000.

Seperti dikutip dari BBC, sistem penyewaan mobil listrik yang disebut Autolib ini juga memungkinkan orang menjadi anggota dengan biaya 10 euros per hari sampai 144 euros per tahun.

Mobil-mobil listrik ini disediakan oleh pengusaha Vincent Bollore dan diproduksi oleh teknisi Italia, Pininfarina, yang terkenal mendesain Ferrari dan Maserati.

Mobil-mobil ini dapat menempuh perjalanan 250 kilometer sebelum harus diisi kembali dengan baterai selama empat jam.

Dalam rencana awal ini, 66 mobil untuk empat penumpang ini akan tersedia di 33 stasiun pengisian baterai di Paris. Namun walikota Paris Bertrand Delanoe merencanakan untuk memperbanyak menjadi 3.000 kendaraan di lebih dari 1.000 stasiun pengisian pada akhir tahun 2012.

Proyek ini dapat berjalan karena perusahaan-perusahaan besar tertarik untuk menanamkan investasi lebih besar di Eropa. Renault SA dan perusahaan satu induk dari Jepang Nissan Motor menanamkan modal empat miliar euro untuk kendaraan listrik ini.

Carlos Ghosn, direktur Renault dan Nissan mengatakan penjualan mobil listrik ini akan mencapai sekitar 10% dari penjualan mobil baru pada tahun 2020.

posted under Artikel | No Comments »

Karakteristik semen ikan ekonomis budidaya: Mas (Cyprinus carpio), dan Patin (Pangasius hypophthalmus)

Oktober3

Ikan merupakan Filum terbesar dari semua vertebrata yang hidup, sekitar 30000 diantaranya merupakan jenis ikan dari total sekitar 50000 vertebrata (Mananos et al., 2008). Ikan mas dan patin merupakan jenis ikan bernilai ekonomis penting karena sudah memasyarakat dan tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan kedua ikan tersebut mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Penelitian mengenai spermatozoa ikan belum banyak dilakukan, sehingga informasi mengenai hal ini sangat minim, dan perlu dilakukan penelitian mengenai kajian reproduksi ikan-ikan tersebut, salah satunya adalah studi sebagai data dan karakteristik spermatozoa ikan-ikan tersebut secara morfologi dan morfometri agar informasi mengenai ikan-ikan tersebut semakin banyak dan kegiatan budidaya bisa lebih dikembangkan melalui studi aspek ini. Tujuan penelitian ini antara lain, mengkaji karakteristik spermatozoa ikan Mas dan ikan Patin, mengkaji morfologi dan morfometri spermatozoa ikan, mengkaji konsentrasi spermatozoa ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2009 s/d September 2010 di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Unit Rehabilitasi Reproduksi (URR) Fakultas Kedokteran Hewan, Laboratorium Biologi Makro, MSP FPIK IPB, serta Laboratorium Reproduksi Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi (LIPI) Cibinong. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain karakteristik spermatozoa ikan mas dan patin secara umum berbeda. Volume spermatozoa ikan mas lebih banyak daripada ikan patin. Warna, konsistensi, gerakan massa dan pH memiliki nilai yang hampir sama. Morfologi dan Morfometri spermatozoa ikan mas dan patin memiliki bentuk dan ukuran yang mirip, namun ekor spermatozoa ikan mas lebih panjang. Konsentrasi pada spermatozoa ikan mas lebih besar daripada ikan patin. Rataan diameter kepala ikan mas didapat sebesar 15,974 μm dengan simpangan baku 6,575 μm dan rataan panjang ekor sebesar 113,858 μm dengan simpangan baku 15,696 μm. sedangkan pada ikan patin, rataan diameter kepala didapat sebesar 14,639 μm dengan simpangan baku 5,372 μm dan rataan panjang ekor sebesar 74,012 dengan simpangan baku sebesar 7,416 μm. Dengan demikian dapat dilihat bahwa diameter kepala spermatozoa ikan mas dan ikan patin tidak jauh berbeda, namun panjang ekor spermatozoa ikan mas sedikit lebih panjang daripada panjang ekor ikan patin, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa dengan ekor yang lebih panjang, pergerakan massa akan lebih sulit pada ikan mas, yang dapat menjadi salah satu faktor pembeda pada keberhasilan suatu proses pembuahan. Saran untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan perlakuan terhadap ikan yang akan diteliti agar didapat informasi yang lebih, terkait dengan hubungan antara aspek geografis, pakan, panjang dan berat ikan dengan karakteristik spermatozoa ikan.

 

Sumber: Japet, Nuah

posted under Artikel | No Comments »